Mikro Ternak Adaptif, Stabil, Menghasilkan Kas
Di tengah fluktuasi harga bahan pangan dan meningkatnya biaya hidup, UMKM berbasis peternakan skala rumahan menjadi salah satu model usaha yang paling resilien . Suffecient living usaha strategi menjadi pilihan usaha yang menjadi pilihan. Salah satu opsi yang layak dipertimbangkan adalah budidaya (Kampung Unggul Balitbangtan), yang dikembangkan untuk menjawab kelemahan ayam kampung tradisional: pertumbuhan lambat, produksi telur rendah, dan efisiensi pakan kurang optimal. Bagi pelaku UMKM, usaha ini bukan sekadar beternak ayam. Ini adalah model bisnis mikro berbasis: Ketahanan pangan keluarga Tambahan arus kas harian Optimalisasi limbah rumah tangga Skema ekspansi be rtahap tanpa ketergantungan utang Dengan manajemen yang tepat, skala 20 ekor ayam sudah cukup untuk membangun unit usaha yang produktif dan stabil. Ternak Ayam Kampung dari Tradisional ke Skala Usaha Mikro Secara historis, ternak ayam kampung sering dimulai dari skala sangat kecil, bahkan hanya 3 ekor indukan. Dengan...